JAKARTA – Masyarakat diminta tidak mudah terpengaruh oleh isu kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang belakangan ramai beredar di media sosial maupun ruang publik.
Penanggung Jawab Aksi KSPI dan Partai Buruh, Nu’man Fauzi, menegaskan hingga saat ini pemerintah belum mengeluarkan keputusan resmi terkait rencana kenaikan harga BBM.
Dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (25/5/2026), Nu’man mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak terpancing informasi yang belum jelas sumber maupun validitasnya.
“Jangan sampai masyarakat dibuat resah oleh informasi yang belum terkonfirmasi. Sampai saat ini belum ada keputusan resmi pemerintah mengenai kenaikan harga BBM,” kata Nu’man.
Ia menilai, penyebaran informasi yang tidak terverifikasi berpotensi menimbulkan keresahan sosial dan spekulasi di tengah masyarakat. Bahkan, isu yang berkembang tanpa kepastian dapat memicu kenaikan harga kebutuhan pokok hingga praktik penimbunan barang.
Menurut Nu’man, kondisi ekonomi nasional saat ini membutuhkan suasana yang kondusif, stabil, serta kepastian informasi bagi masyarakat.
Karena itu, ia meminta seluruh pihak lebih bijak dalam menerima maupun menyebarluaskan informasi, serta mengutamakan rujukan dari kanal resmi pemerintah.
KSPI dan Partai Buruh juga mengajak masyarakat, komunitas, serta pengguna media sosial untuk tidak membangun narasi yang berpotensi memperkeruh situasi publik.
Lebih lanjut, Nu’man menegaskan, apabila pemerintah nantinya mengambil kebijakan strategis di sektor energi, langkah tersebut diharapkan dilakukan secara transparan dengan mempertimbangkan kondisi kelompok masyarakat rentan, termasuk buruh, petani, nelayan, dan kalangan menengah ke bawah.
“KSPI bersama Partai Buruh akan terus mengawal kebijakan publik agar tetap berpihak pada kepentingan rakyat serta menjaga stabilitas sosial di tengah dinamika ekonomi saat ini,” ujarnya.



